MENINGKATKAN
PEMAHAMAN SISWA TENTANG SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN BARIS DAN DERET
ARITMATIKA DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING
Ernawati
Agustin
Progam Studi
Tadris Matematika
Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Tulungagung
e-mail : ernawatiagustin11@gmail.com
ABSTRAK
Penulisan ini merupakan eksperimen terhadap kelas IX SMP
pada pelajaran Matematika, materi baris dan deret aritmatika tentang soal
cerita. Masalah yang melatar belakangi diantaranya adalah pemahaman siswa
tentang materi baris dan deret aritmatika tentang soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa
dalam menyelesaikan soal matematika pada materi baris dan deret aritmatika. 2)
untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal metematika bentuk cerita pada materi baris dan deret
aritmatika. Berdasarkan
masalah yang ditemukan, salah satu strategi untuk mengatasi masalah
pembelajaran adalah menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan dari pembelajaran kontekstual peserta didik akan merasakan pentingnya belajar, dan akan
memperoleh makna yang mendalam terhadap apa
yang dipejarinya.
Kata
Kunci : Soal Cerita Baris dan Deret Aritmatika, Pembelajaran
Kontekstual
ABSTRACT
Writing is an experiment for
class IX junior
in mathematics, material
lines and arithmetic series of word problems .The
problem of the background of which is students' understanding of the material
lines and arithmetic series of word problems. The aim of this study were: 1) to
improve students' understanding in solving a math problem on the line materials
and arithmetic series. 2) to enhance the students' ability in solving
metematika story form on the material line and arithmetic series. Based on the
problems found, one of the strategies to overcome the problem of learning is
contextual approach to learning. Based on the conclusions of contextual
learning learners will feel the importance of learning, and will gain a deep
meaning to what is learned.
Keywords: Problem Stories and Series Line Arithmetic, Contextual Learning
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan mata pelajaran yang sudah
diterima sejak pendidikan dasar sampai pendidikan lanjut. Namun tidak sedikit
siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika.[1]
Berdasarkan anggapan masyarakat, khususnya
dikalangan pelajar, matematika masih merupakan mata pelajaran sulit,
membingungkan bahkan sangat ditakuti oleh sebagian besar pelajar.[2]
Terdapat materi yang dengan mudah dipahami oleh siswa tetapi juga ada materi
yang tidak dengan mudah untuk dipahami. Ada juga materi yang mudah tetapi juga
tidak dengan mudah di pahami karena dimungkinkan terdapat beberapa faktor yang
menghambat pemahaman pada siswa, baik faktor internal maupun eksternal.
Guru
harus memperhatikan keberagaman individu yang dimiliki siswa, secara kodrati
dan alamiyah manusia memang diciptakan dalam keberagaman, baik dari keberagaman
kepribadian, kecakapan, minat, bakat, bahkan bahasa dan warna kulitnya. Dalam
komunikasi pendidikan, masing-masing peserta didik memiliki kelebihan-kelebihan
sekaligus keterbatasan-keterbatasan sehubungan dengan kemampuan yang dimiliki,
termasuk kemampuan akademik maupun minatnya. Guru hendaknya memahami bahwa
perbedaan dalam kemampuan tersebut memerlukan bentuk-bentuk strategi
pembelajaran yang berbeda. Jika guru menginginkan pembelajarannya berhasil
membawa peserta didiknya menuju ketuntasan pencapaian kompetensi secara
optimal, maka upaya-upaya memfasilitasi peserta didik dengan aneka ragam cara
baik remedi maupun pengayaan mutlak harus dilakukan. Dalam melaksanakan
tugasnya, seorang guru mungkin akan dihadapkan dengan puluhan atau bahkan
tugasnya, seorang guru mungkin akan dihadapkan dengan puluhan atau bahkan
ratusan peserta didiknya, dengan masing-masing karakteristik yang dimiliki
peserta didik, yang penting dan perlu diketahui guru adalah